Unggulan

MAKALAH MEMAKSIMUMKAN LABA

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warohatullahi Wabarokatuh

            Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-nyalah saya dapat menyelesaikan makalah ini deengan cukup mudah dan sesuai dengan waktu yang ditentukan guna memenuhi tugas mata kuliah  Teori Ekonomi Mikro yang berjudul “ MEMAKSIMUMKAN LABA “.

            Pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terimah kasih kepada dosen pengampu pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro,

            Saya menyadari, makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Saya sajar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini baik dalam segi susunan kalimat, tata bahasanya, maupun dari segi materinya. Maka, kritik dan saran yang membangun senantiasa saya harapkan.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Maros, 30 November 2022

 

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

B.   Rumusan Masalah

C.   Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A.   Pengertian laba atau keuntungan

B.   Pendekatan-pendekatan dalam memaksimalkan laba

1.    Pendekatan Totalitas (Totality Approach)

2.    Pendekatan Marginal (Marginal Approach)

3.    Pendekatan rata-rata (Average Approach)

BAB III PENUTUP

A.   KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka sampai jumlah maksimum”. Berdasarkan pada pemisalan ini dapat ditunjukkan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.

Dalam praktek pemaksimuman laba/keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan dalam perusahaan. Ada sebagian perusahaan yang lebih mengalami keuntungan dengan menekan penjualannya (hasil produksi), ada juga yang memasukkan unsur politik dalam penentuan tingkat produksi yang akan tercapai, jadi setiap perusahaan memiliki kriteria tersendiri dalam memaksimumkan laba yang akan di perolehnya. Tetapi tidak disangkai lagi setiap perusahan memiliki target dalam pencapaian keuntungan, dan tidak munafik bagi perusahaan bahkan berupaya memiliki target menaikan laba setinggi-tingginya. Keuntungan diperoleh dari hasil penjualan yang lebih besar dari ongkos produksi, dan kerugian akan terjadi apabila hasil penjualan lebih sedikit dari ongkos produksi. Dalam usahanya untuk memproduksi barang-barang yang diperlukan dalam masyarakat, dan memproduksi keuntungan maksimum dari usaha tersebut.

Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dalam pembangunan teknologi yang semakin maju membawah pengaruh yang besar terhadap produksi yang dihasilkan oleh industri. Seperti halnya industri lain, setiap industri juga bertujuan untuk memproleh laba guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Laba yang dihasilkan tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain jumlah produk yang dihasilkan dalam hal ini adalah jumlah hasil produksinya, modal, dan total upah tenaga kerja.

Dalam usaha saat ini persaingan semakin ketat antara satu perusahaan dan perusahan lainnya yang memproduksi barang sejenis. Untuk itu setiap perusahaan atau pengusaha dituntut untuk melakukan strategi-strategi pemasaran yang tepat agar tidak kalah dengan perusahaan lainnya. Karena hamper semua perusahaan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan.

Ada tiga pendekatan penghitungan laba maksimum yang akan dibahas dalam bab ini.

1.    Pendekatan totalitas (totality approach)

2.    Pendekatan marjinal (marginal approach)

3.    Pendekatan rata-rata (average approach)

B.   Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian dari memaksimalkan laba ?

2.    Apa saja macam-macam pendekatan dalam memaksimalkan laba ?

C.   Tujuan

1.    Mengetahui defenisi dari laba / keuntungan

2.    Mengetahui macam-macam pendekatan memaksimalkan laba

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Laba atau Keuntungan

Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya. Proses produksi dilaksanakan seefesian mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antara total pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya keproses produksi tertentu.

Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan akau transaksi yang jarang terjadi dari suatu bahan usaha, dan dari semuan transaksi atau kegiatan lain yang mempuyai bahan usaha dalam satu periode, kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan, 1992: 55).

Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan diatas biaya-biayanya dalam jangka waktu (periode) tertentu. Laba sering digunakan sebagai suatu dasar untuk mengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman infestasi serta pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto 2003: 444).

Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi prusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba perlembar saham. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentukan laba adalah pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.

Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC). Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC, perusahaan dapat dikatakan dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π > 0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).

B.   Pendekatan – pendekatan Dalam Memaksimalkan Laba

1.    Pendekatan Totalitas (Totality Approach)

Pendektan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Pendekatan total (TC) adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual (Q) dikalikan dengan harga output per unit (P), maka TR = P.Q. Sedangkan biaya total (TC) adalah sama dengan biaya tetap (FC) ditambah dengan biaya variable (VC), maka TC = FC + VC.

Dalam pendekatan totalitas biaya variable per unit output dianggap konstan sehingga biaya variable adalah jumlah output (Q) dikalikan dengan biaya variable per unit (v), maka VC = v.Q. Sehingga dapat disimpulkan bahwa π = P.Q-(FC+v.Q).

Imlikasi dari pendekatan totalitas ini adalah perusahaan menempuh stategi penjualan maksimum (Maximum selling). Sebab semakin besar penjualan maka semakin besar laba yang diperoleh. Hanya saja belum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diperoleh untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output dibanding dengan potensi permintaan efektif.

Q

P

TR

TC

Keuntungan total

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

10

15

20

25

30

35

40

45

50

17

18,5

19,5

20,75

22,25

24,25

27,5

32,5

40,5

52,5

-12

-8,5

-4’5

-0,75

2,75

5,75

7,5

7,5

4,5

-2,5

 

Dari table tersebut produsen akan menjual produknya sebanyak 8 unit yaitu pada saat selisih antara TR dan TC adalah yang paling besar. Dengan tingkat harga yang terjadi dipasaran sebesar 5, maka produsen akan memperoleh keuntungan maksimum yaitu sebesar 7,5.

Pendekatan totalitas sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena memang mudah dan sederhana. Namun cara ini memiliki kelemahan :

a)    Dalam praktik sulit membedakan antara biaya tetap dengan biaya variable. Misalnya listrik yang digunakan perusahaan ada yang untuk pabrik (dapat menjadi biaya variable), ada yang untuk kantor (dapat menjadi biaya tetap). Atau seorang pegawai dalam perusahaan, terutama dalam perusahaan keluarga, sering bekerja rangkap dalam kegiatan administrative (biaya tetap) dan produksi (biaya variable).

b)    Pendekatan ini mengabaikan gejala penurunan pertambahan hasil (LDR), yang menyebabkan baik kurva biaya maupun kurva pendapatan tidak berbentuk garis lurus. Karena itu pendekatan totalitas hanya dapat dipakai bila usaha yang dianalisis relative sederhana, dengan skala produksi tidak besr (massal).

2.    Pendekatan Marginal (Marginal Approach)

Analisis marginal ini mirip dengan analisis mencari kepuasan maksimum. Analisis ini mendasarkan pada satu konsep yaitu keuntungan marginal yakni tambahan keuntungan total sebagai akibat tambahan satu unit output. Untuk mencari jumlah output yang dihasilkan keuntungan maksimum dapat dijadikan patokan sebagai berikut “jika keuntungan marginal masih positif dengan menambah satu unit output maka output akan ditambah dan apabila keuntungan marginal negative dengan menambah satu unit output maka output harus dikurangi sampai keuntungan atau laba marginal = 0”.

Dalam pendekatan marginal perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapat marginal (MR). laba maksimum akan mencapai pada saat MR = MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada saat MR > MC yaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akn menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR < MC, mengurangi produksi dan penjualan akan menambah untung. Maka keuntungan maksimum dicapai dengan dengan keadaan dimana MR=MC berlaku. Sehingga π TR – TC.

Q

P = MR

MC

Keuntungan total

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

-

1,5

1

1,25

1,5

2

3,25

5

8

12

-12

-8,5

-4’5

-0,75

2,75

5,75

7,7

7,5

4,5

-2,5

 

Pada table diatas dicari kondisi pada saat MR = MC. Dimana pada kondisi tersebut jumlah output yang dihasilkan 8 unit dan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah sebesar 7,5.

3.    Pendekatan Rata-rata (Average Approach)

Dalam pendekatan ini pendekatan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara viaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P). laba total adalah laba per unit dilakukan dengan jumlah output yang dijual. Dapat dijelaskan secara matematis π (P-AC).Q.

Dari persamaan ini perusahaan akan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan akan mencapai angka impas bila P sama dengan AC.

Keputusan akan memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan  besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC. Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P =  AC. Keputusan untuk memproduksi didasarkan pada perbandingan antara P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC maka perusahaan tidak mampu memproduksi implikasi pendekatan rata-rata adalah perusahaan atau unit laba usaha harus menjual sebanyak-banyaknya (Maximum Selling) agar laba (π) makin besar.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan mengenai pemaksimalan laba, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)    Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antara total pendapatan dan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi pada intinya tujuan dari memaksimalkan laba adalah mencari keuntungan bagi perusahaan tersebut yang sedang di produksi.

2)    Adapun pendekatan-pendekat yang ada dimaksimalkan laba sebagai berikut :

a)    Pendekatan totalitas (totatity approach) pendekatan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC) maka TC = PC+VC

b)    Pendekatan marginal (marginal approach) yaitu hasil tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari menjual perunit lagi barang yang diproduksi.

c)    Pendekatan rata-rata dala pendekatan ini perhitungan laba perunit dilakukan dengan membandingkan dengan biaya produksi rara-rata (AC) dengan harga jualan output (P). laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Maka π = (P-AC).Q.

 

DAFTAR PUSTAKA

Riandari, A.(2010). Memaksimumkan laba (pendapatan maksimum).online tersedia : http://riandari.blokspot.co.id/2010/05/memaksimumkanlaba-pendapatan-maksimum.html [8 september 2015].

Ade, N. (2013). Makalah mekasimalkan keuntungan. [online]. Tersedia: http://adenovitpunya.dotspot.co.id/2013/05/makalahmemaksimalkan-keuntungan.html [08 september 2015].


Komentar