Langsung ke konten utama

Unggulan

MAKALAH MEMAKSIMUMKAN LABA

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warohatullahi Wabarokatuh             Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-nyalah saya dapat menyelesaikan makalah ini deengan cukup mudah dan sesuai dengan waktu yang ditentukan guna memenuhi tugas mata kuliah   Teori Ekonomi Mikro yang berjudul “ MEMAKSIMUMKAN LABA “.             Pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terimah kasih kepada dosen pengampu pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro,             Saya menyadari, makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Saya sajar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan dalam makalah ini baik dalam segi susunan kalimat, tata bahasanya, maupun dari segi materinya. Maka, kritik dan saran yang membangun senantiasa saya harapkan. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Maros,...

MAKALAH PASAR OLIGOPOLI

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga dapat menyelesaikan makalah yang bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah Teori Ekonomi Mikro. dengan judul “Pasar Oligopoli”

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah Teori Ekonomi Mikro .Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan tentang ekonomi terutama didalam materi pasar oligopoli. Kritik dan saran sangat kami harapkan kepada pembaca dalam pengembangan makalah kedepannya.

 

 

Maros, 26 Desember 2022

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................... 2

Daftar Isi................................................................................................................ 3

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 4

A.   Latar Belakang......................................................................................... 4

B.   Rumusan Masalah.................................................................................. 5

C.   Tujuan....................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 7

A.   Definisi dan Ciri Pasar Monopoli........................................................... 7

B.   Asumsi dalam Oligopoli......................................................................... 11

C.   Faktor Penyebab Terjadinya Oligopoli............................................... 12

D.   Perbedaan Oligopoli dengan Kesepakatan dan Oligopoli Tanpa Kesepakatan       13

E.   Perbedaan Duopoli dengan Oligopoli................................................. 15

F.    Model Dilema Narapidana (Model Dilema Narapidana).................. 22

G.   Keuntungan dan Ekuilibrium dalam Jangka Pendek....................... 24

H.   Keuntungan dan Ekuilibrium dalam Jangka Panjang...................... 26

I.     Pengukuran Kekuatan Oligopoli.......................................................... 28

J.    Studi Kasus Oligopoli di Indonesia...................................................... 30

K.   Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli...................................... 31

BAB III PENUTUP.............................................................................................. 32

A.   Kesimpulan ............................................................................................  32

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 37

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara mengelola sumber daya yang terbatas. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap masyarakat dan perusahaan secara keseluruhannya akan selalu berhadapan dengan persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu persoalan yang menuntut seseorang atau suatu perusahaan membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, yang didapat apabila perusahaan membuat pilihan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengetahuan mengenai pasar.

Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal balik antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Berdasarkan hal di atas, maka dalam makalah ini kami akan membahas salah satu bentuk pasar yakni pasar oligopoli.

B.   Rumusan Masalah

1.    Apa pengertian pasar oligopoli?

2.    Bagaimana asumsi dalam pasar oligopoli?

3.    Apa faktor penyebab terjadinya pasar oligopoli?

4.    Apa perbedaan oligopoli dengan kesepakatan dan tanpa kesepakatan?

5.    Apa saja bentuk – bentuk pasar oligopoli?

6.    Bagaimana model pilihan dari perilaku oligopolis dalam stabilitas harga?

7.    Bagaimana keuntungan dan keseimbangan dalam jangka pendek dalam pasar oligopoli?

8.    Bagaimana keuntungan dan keseimbangan dalam jangka panjang dalam pasar oligopoli?

9.    Bagaimana mengukur kekuatan di pasar oligopoli?

10. Bagaimana contoh kasus dalam oligopoli di Indonesia?

11. Apa saja kekuatan dan kelemahan dari pasar oligopoli?

C.   Tujuan

1.    Definisi dan ciri pasar oligopoly

2.    Asumsi dalam oligopoly

3.    Faktor penyebab terjadinya oligopoly

4.    Perbedaan oligopoly dengan kesepakatan dan oligopoly tanpa kesepakatan

5.    Perbedaan duopoly dengan oligopoly

6.    Model dilemma narapidana

7.    Keuntungan dan keseimbangan dalam jangka pendek

8.    Keuntungan dan keseimbangan dalam jangka panjang

9.    Pengukuran kekuatan pasar oligopoly

10.  Studi kasus oligopoly di Indonesia

11. Kelebuhan dan kekurangan pasar oligopili

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah pasar yang biasanya terdiri dari dua sampai sepuluh perusahaan yang menjual produk di pasar. Perusahaan pada pasar oligopoli bisa menghasilkan produk yang homogen ataupun diferensiasi (berbeda corak). Produk homogen dari pasar oligopoli diantaranya adalah semen, baja, dan alumunium. Sedangkan untuk produk diferensiasinya diantaranya mobil dan produk minuman ringan.

Kegiatan yang dilakukan oleh setiap perusahaan pada pasar oligopoli akan menimbulkan pengaruh atau reaksi pada perusahaan lain dikarenakan perusahaan pada pasar oligopoli tidak begitu banyak. Sebagai contoh, dari produk semen. Jika semen merk Gresik menurunkan harga maka akan menimbulkan reaksi pada perusahaan semen lainnya seperti Holcim, Semen Padang, Indocement, untuk menurunkan harga produknya karenajika tidak ikut menurunkan produk mereka, konsumen pasti akan lebih memilih membeli semen yang harganya lebih murah. Contoh selanjutnya pada pembedaan produk yakni produk minuman coca-cola saat mengeluarkan varian rasa coca-cola zero sugar. Produk pesaingnya yaitu Pepsi ikut membuat varian yang sama yaitu Pepsi Cola Zero Sugar. Persaingan pada diferensiasi produk umumnya bukan persaingan harga melainkan persaingan non harga.

Pasar Oligopoli akan selalu menimbulkan pengaruh pada satu sama lain saat kebijakan baru dikeluarkan. Maka dalam pasar Oligopoli diperlukan adanya kesepakatan agar tidak menimbulkan kerugian. Biasanya mereka melakukan penetapan harga atau kesepakatan dalam menentukan pangsa pasar untuk menghindari terjadinya perang harga.

Ciri -Ciri Pasar Oligopoli

·         Hanya Sedikit Perusahaan Dalam Industri

Jumlah perusahaan di pasar oligopoli biasanya antara dua sampai sepuluh. Namun, secara teoritis sulit sekali menetapkan berapa jumlah perusahaan biasanya jumlah perusahaan diasumsikan kurang dari sepuluh. Dalam kasus tertentu hanya terdapat dua perusahaan (duopoli). Kekuatan perusahaan perusahaan dalam industri dapat diukur dengan menghitung rasio keluaran dalam pasar oligopoli yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang konsentrasi (concentration ratio). Rasio konsentrasi menghitung berapa persen dominan (empat sampai dengan delapan perusahaan). Jika rasio konsentrasi empat perusahaan (empat perusahaan konsentrasi rasio atau CR4) adalah 60%, berarti 60% output dalam industri dikuasai oleh empat perusahaan terbesar. CRA yang semakin kecil mencerminkan struktur pasar yang semakin bersaing sempurna. Pasar suatu industri dinyatakan berstruktur oligopolistik apabila CR4 melebihi 40%. Kita juga bisa mengukur derajad konsentrasi delapan perusahaan (CR8) atau jumlah lainnya. Jika CR8 80%, berarti 80% sales firms) output dalam industri dikuasai oleh delapan perusahaan terbesar.

·         Produk Homogen atau Terdiferensiasi

Produk homogen adalah produk yang dihasilkan berupa perusahaan produk yang hanya memiliki satu macam produk saja misalnya bahkan baku industri seperti semen, baja dan kertas. Sedangkan untuk diferensiasi produk adalah produk yang memiliki beberapa corak misalnya dalam industri yang menghasilkan barang jadi seperti mobil, sepatu, rokok, komputer, dll.

Penggolongan ini memiliki peran penting dalam pasar oligopoli. Semakin besar tingkat diferensiasinya, perusahaan semakin tidak tergantung pada kegiatan perusahaan-perusahaan lainnya. Berarti oligopoli dengan diferensiasi produk dapat lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan-perusahaan pesaingnya. Di luar modal, rintangan untuk masuk ke dalam industri oligopoli yang menghasilkan produk homogen lebih sedikit, karena pada industri oligopoli dengan diferensiasi produk sangat berkaitan dengan loyalitas konsumen terhadap produk atau merek tertentu.

·         Pengambilan Keputusan Yang Saling Memengaruhi

Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi perusahaan lainnya, baik yang sudah ada maupun yang masih berada di luar industri. Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industri, perusahaan yang telah menempuh strategi menetapkan harga jual terbatas, yang membuat perusahaan menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum.

·         Kompetitif Non Harga

Dalam usahanya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga, namun juga non harga. Bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain adalah iklan untuk memberikan informasi, membentuk citra yang baik terhadap perusahaan dan merek, serta mempengaruhi perilaku konsumen dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi tidak menutup kemungkinan perusahaan melakukan kegiatan intelijen industri untuk memperolet informasi (mengetahui) keadaan, kekuatan dan kelemahan pesaing maupun potensi. Informasi-informasi ini sangat penting agar perusahaan dapat memprediksi reaksi pesaing terhadap setiap keputusan yang diambil.

·         Perusahaan lain relatif sulit untuk memasuki pasar

Perusahaan yang sudah ada biasanya sudah memiliki kekuatan yang besar terutama dalam hal modal dan skala ekonomis yang tinggi sehingga jika ada perusahaan baru akan kalah bersaing dalam memasarkan produknya.

B.   Asumsi dalam oligopoly

Beberapa asumsi yang terdapat pada pasar oligopoli antara lain:

a.    Perusahaan memiliki hak sebagai pembuat harga. Perusahaan bukan hanya sebagai pembuat harga tetapi juga dapat mempengaruhi ketetapan harga dari perusahaan lain.

b.    Penjual bertindak secara strategis.

c.    Kemungkinan masuk pasar bervariasi namun kemungkinannya lebih sulit.

d.    Pembeli sebagai penerima harga, yaitu pembeli tidak dapat mempengaruhi harga pasar.

Dalam menentukan harga di pasar oligopoli itu tergantung pada perusahaan lain atau para pesaing. Kurva permintaan yang relevan bagi perusahaan oligopoli ada pada garis ABD2. Pada P1, apabila perusahaan menaikkan harga di atas harga P1 maka pesaing tidak mengikuti. Akibatnya jika perusahaan menaikkan harga, misal 10% (P3) maka perusahaan akan kehilangan permintaan lebih dari 10% (Q1 ke Q2). Sebaliknya, jika perusahaan menurunkan harga di bawah P1, misal P2, maka beberapa pesaing akan mengikuti (BD2) namun perubahan kenaikan permintaan tidak akan lebih dari skala penurunan tersebut (Q1 ke Q2), karena perusahaan lain juga ikut menurunkan harga. Kurva penerimaan marjinal yang relevan adalah garis ACDE, dan harga keseimbangan pasar berada pada P1.

C.   Faktor Penyebab Terjadinya Oligopoli

·         Efisiensi dalam skala besar.

Dalam pasar oligopoli, berbagai perusahaan yang bergerak didalamnya mayoritas adalah perusahaan besar. Maksud dari perusahaan besar itu adalah perusahaan yang memiliki modal besar untuk memproduksi suatu output yang besar. Efisiensi (biaya rata-rata minimum) perusahaan baru tersebut akan tercapai bila output yang di produksi dalam skala yang sangat besar. Hal tersebut yang menyebabkan hambatan bagi perusahaan lain untuk dapat masuk dalam pangsa pasar tersebut.

·         Kompleksitas Manajemen

Struktur pasar oligopoli ditandai dengan adanya kompetisi harga dan non harga. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus cermat dan mempertimbangkan kembali setiap keputusan yang akan dikeluarkan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan bagi perusahaan lain dan para pesaing. Perusahaan harus mampu memiliki kemampuan dalam manajemen yang baik agar dapat terus bertahan dalam persaingan pasar yang kompleks. Hanya sedikit perusahaan yang dapat memiliki kemampuan tersebut sehingga sangat sulit untuk dapat masuk dalam sistem pasar oligopoli.

D.   Perbedaan oligopoli dengan kesepakatan dan oligopoli tanpa kesepakatan

a.    Oligopoli dengan kesepakatan (Collusive Oligopoli)

Kesepakatan dalam hal ini dimaksudkan dengan berbagai perusahaan yang bersaing dalam pasar yang memiliki ikatan kerja sama satu sama lain, baik itu dalam konteks harga maupun produksi. Hal ini ditujukan untuk menghindari adanya perang harga di antara berbagai perusahaan yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian. Contohnya, Perusahaan X dan perusahaan Y bekerja sama dan memiliki kesepakatan untuk menentukan jumlah barang yang akan diproduksi, meskipun dalam kondisi perusahaan yang berbeda.

b.    Oligopoli tanpa kesepakatan (Non Collusive Oligopoli)

Dalam hal ini, para perusahaan di pasar oligopoli tidak memiliki kesepakatan untuk menentukan dan mengatur keputusan perusahaan lain. Hal tersebut dapat diartikanbahwa pembayaran harga dan jumlah barang yang ditetapkan tergantung pada masing-masing perusahaan itu sendiri. Persaingan tanpa kesepakatan ini dapat menghasilkan hubungan timbal balik yang positif dalam upaya menarik lebih banyak konsumen dibandingkan dengan yang dilakukan pesaing sebelumnya.

Pada persaingan ini terdapat beberapa hal yang berhubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk relatif sama), yaitu :

a)    Pada saat ada perusahaan yang berusaha menurunkan harga jual produk dengan cara meningkatkan jumlah produksi, maka hal tersebut akan diikuti oleh para perusahaan pesaingnya. Keduanya akan berebut menguasai pasar dengan mengorbankan keuntungan masing-masing yang mereka terima untuk menguasai pasar tersebut.

b)    Pada saat ada perusahaan yang berusaha meningkatkan jumlah produksinya dengan tujuan untuk dapat menjual dengan harga yang murah, maka hal tersebut juga akan diikuti oleh perusahaan pesaingnya dan jika tindakan tersebut dibarengi maka akan merugikan kedua perusahaan tersebut.

c)    Perusahaan dalam persaingan ini tidak akan mengikuti jika perusahaan lain harus menaikkan harga jual produknya atau menurunkan jumlah produksinya.

E.   Perbedaan Pasar Duopoli dan Oligopoli

Pasar duopoli merupakan pasar dimana hanya ada dua perusahaan yang menguasai pasar. Sehingga setiap kebijakan atau tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi terhaapa kabijakan perusahaan yang lain baik dalam menentukan kualitas produk, harga, kapasitas produksi dan sebagainya. Pasar duopoli dengan produk yang homogen disebut pasar duopoli murni (pure duopoly). Sedangkan pasar duopoli dengan produk yang tidak homogen tetapi saling mensubstitusi dinamakan pasar duopoli yang dibedakan (differentiated duopoly).

Pada kenyataannya pasar duopoli jarang sekali ditemukan. Sehingga teori mengenai pasar duopoli banyak menggunakan asumsi-asumsi bahkan dikhayalkan. Akan tetapi teori ini akan sangat berguna sebagai dasar penyusunan teori logopoli.

Teori pasar duopoli dikemukakan pertama kali oleh Ekonom Perancis Antonie Augustin Cournot pada tahun 1838 dalam bukunya yang berjudul “Researches into the Mathematical Principles of the Theory of Wealth”. Teori Cournot banyak dikritik oleh ahli-ahli ekonomi lain karena dianggap tidak masuk akal. Oleh karena itu ada beberapa ahli ekonomi yang kemudian mengemukakan teori pasar duopoli sebagai penyempurna teori Cournot salah satunya teori Bertrand-Edwegorth.

Untuk analisa dari pasar duopoli dapat digambarkan seperti berikut. Misalanya terdapat dua perusahaan yaitu perusahaan A dan perusahaan B. Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan B akan memepengaruhi kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan A begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, dapat diprediksi dengan baiktindakan apa yang akan dilakukan oleh pasar pesaingnya maka perusahaan harus selalu memperhatikan dengan cermat perilaku perusahaan pesaingnya tersebut. Hal ini tentu tidaklah mudah.

Teori duopoli pasar disusun berdasarkan asumsi-asumsi mengenai perilaku pengusaha-pengusaha pesaing. Oleh karena itu apabila asumsi-asumsi tersebut diubah maka akan banyak teori baru yang berbeda. Itulah mengapa terdapat berbagi teori mengenai pasar duopoli karena setiap ahli yang mengemukakan teori duopoli menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda dalam menyusunnya.

Pada dasarnya pasar duopoli sama saja dengan pasar oligopoli, yang membedakan adalah jumlah perusahaan yang menguasai pasar tersebut. Dalam duopoli pasar hanya terdapat dua perusahaan yang menguasai pasar sementara dalam oligopoli pasar terdapat lebih dari dua perusahaan yang menguasai pasar tetapi tidak banyak (oligo = sedikit) sehingga tindakan pengusaha yang satu tetap akan mempengaruhi kebijakan pengusaha lainnya.

Perilaku oligopolistik dalam pasar oligopoli telah didesain dalam beberapa model pilihan. Model-model oligopoli tersebut yaitu :

·         Model Cornot

Di dalam model ini perusahaan duopolis dianggap memiliki produk dan biaya yang identik serta masing-masing produsen bertujuan untuk memaksimumkan keuntungannya dalam setiap periode tetapi keuntungan industri tidak maksimal.

Model Cournot mendorong tercapainya keseimbangan yang stabil karena semakin banyak produsen dalam suatu industri maka jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak sehingga berakibat pada menurunnya harga, dimana tingkat harga pada pasar duopoli akan lebih rendah daripada harga di pasar monoppoli akan tetapi masih lebih besar dibandingkan dengan tingkat harga di pasar persaingan sempurna.

Keseimbangan dalam model Cournot diciptakan oleh perpotongan dua kurva reaksi (kurva reaksi). Kurva reaksi yaitu kurva yang menunjukkan bagaimana produsen I menentukan jumlah atau besarnya keluaran sebagai reaksi dari keputusan produsen II dalam melakukan produksi. Berikut gambar yang menunjukkan kurva reaksi bagi produsen I dan produsen II. Keseimbangan terjadi pada titik E. Karena kurva produsen I lebih landai daripada kurva produsen II maka dikatakan sebagai keseimbangan stabil. Pertanyaan yang kemudian muncul yaitu mengapa para produsen memilih posisi E? Jawaban yang disajikan oleh Cournot yaitu karena para produsen tidak pernah mau mempertimbangkan pengalaman masa lalunya dalam mengambil keputusan. Dan inilah salah satu kelemahan dari model Conot.

·         Model Chamberline

Model Chamberlin menyarankan bahwa keseimbangan yang stabil akan tercapai dengan menentukan harga sebagaimana si monopoli menetukan harJika para produsen mengatahui interdependensi (saling bergantung) antara mereka maka keuntungan industri akan tercapai. Chamberlin berpendapat jika para produsen tidak menyadari saling ketergantungan antara mereka, maka industri akan mencapai keseimbangan Cournot ataupun keseimbangan Bertrand.

Chamberlin berasumsi lebuh banyak bahwa para produsen perusahaan duopoli mengakui saling ketergantungan antara mereka, akibatnya tanapa danya suatu bentuk kesepakatn atau kerja sama, perusahaan duopoli tersebut akan menentukan harga ynag sama, menjual jumlah output yang sama, dan memaksimumkan keutungan bersama mereka.

Pada Gambar 2.1 D adalah kurva permintaan total untuk gabungan dari perusahaan duopoli A dan B. Jika perusahaan A adalah yang pertama memasuki pasar, maka ia akan memilih titik A pada D (=dA), dan dengan demikian memperoleh keuntungan sebesar $3600. Perusahaan B, yang, menganggap output A sejumlah tertentu, mengahadapi kurva permintaan dB dan selanjutnya memutuskan untuk menjual 300 unit pada titik B, (Hingga tahap ini, model Chamberlin benar-benar sama dengan model Cournot). Akan tetapi, perusahaan duopoli A dan B kemudian menyadari bahwa cara terbaik adalah membagi keuntungan monopoli sebesar $3600 tersebut. Dengan demikian, setiap perusahaan menjual output sebanyak 300 unit atau setengah sari output monopoli pada harga $6 dan memperoleh keuntungan sebesar $1800. Cara penyelesaian ini berdifat stabil dan dicapai tanpa adanya kerja sama.

·         Model Permintaan Tertekuk

Model Kurva Permintaan Patah-Kinked Demand dikembangkan oleh SWEEZY pada tahun 1939. Kurva permintaan produsen oligopoli memiliki “patahan” yang mencerminkan pola perilaku produsen. Kondisi kurva yang demikian disebabkan adanya “perang harga' antara perusahaan oligopolies. Kurva permintaan patah menunjukkan ketegaran harga jika satu perusahaan menurunkan harga maka perusahaanyang lain juga ikut menurunkan harga. Tetapi jika perusahaan tersebut menaikkan harga maka perusahaan yang lain tidak ikut menaikkan harga.

1)    Terdapat dua perusahaan oligopoli dalam suatu pasar. Perusahaan A memiliki kurva permintaan DA-DB dan perusahaan B memiliki kurva permintaan DA –DB. Untuk 300 unit produk harga jual perusahaan A dan perusahaan B sama yaitu Rp 45,-per unit.

2)    Untuik 100 unit produk harga jual perusahaan A dengan harga Rp 60,-per unit, sedangkan jual haraga perusahaan B dengan harga Rp 50,-per unit, berarti perusahaan A harganya lebih mahal dari pada perusahaan B. Perusahaan A harus mengikuti harga jual perusaan B artinya harga diturunkan menjadi 50,-agar tidak kehilangan pembeli. Dan perusahaan B tidak perlu menurunkan harga.

3)    Untuk 500 unit produk harga jual perusahaan A dengan harga Rp 30,- per unit, sedangkan harga jual perusahaan B dengan harga Rp 40,- per unit, berarti perusahaan B harganya lebih mahal daripada perusahaan A. Perusahaan B harus mengikuti harga jual perusahaan A artinya harga diturunkan menjadi Rp 30,-agar tidak kehilangan pembeli. Dan perusahaan A tidak perlu menurunkan harga.

4)    Dengan demikian dapat dikatakan kurva kondisi permintaan yang dihadapi oleh pasar oligopoli akan berbentuk kurva yang menghubungkan titik EK dan B.

·         Analisis Kepemimpinan Harga

Kepemimpinan harga (price leadership) merupakan kerjasama yang tidak sempurna dimana perusahaan-perusahaan dalam industri oligopolistis secara diam-diam (tanpa kesepakatan) memutuskan untuk mentapkan harga yang sama dengan pemimpin industri tersebut. Pemimpin harga (pemimpin harga) mungkin adalah perusahaan dengan struktur biaya rendah ataupun bisa saja perusahaan ynag dominan atau terbesar dalam industri tersebut, Apabila yang menetapkan haga adalah perusahaan yang dominan dalam industri tersebut, dan memungkiknkan perusaaah lain dalam industri menjual barang sebanyak-banyaknya dengan harga tersebut, dan kemudian perusahaan dominan tadi memasuki pasar tersebut.

Secara sederhananya dalam model ini terdapat perusahaan yang dominan yang bertindak sebagai pemimpin dasar, serta perusahaan lainnya sebagai pengikut. Dimana mereka membisu seolah-olah mereka berada di pasar yang semurna bersaing. Perusahaan-perusahaan pengikut bertindak sebagai penerima harga (price taker), yaitu akan menerima berapapun harga yang ditetapkan leh perusahaan pemimpin dan akan menghasilkan output pada kondisi dimana marginal costnya sama dengan tingkat harga.

Pemimpin produsen menetapkan harga Po, maka Q produsen kecil = Q pemimpin produsen pada tingkat harga Po, yaitu Qo.

Kurva permintaan perusahaan pemimpin = kurva D – kurva ∑MCS secara horisontal.

·         Teori permainan (Teori Gane)

Teori permainan (Gane Theory) mencoba menjelaskan tentang perilaku perusahaan dalam pasar duopoli secara lebih realistis. Menurut teori ini duopolis tidak hanya mengambil keputusan secara kompetitif tetapi juga secara kerja sama (kooperatif). Srategi apapun yang dipilih dasar pertimbangannya tetap pada seberapa besar hasil yang diperoleh (pay off).

F.    Model Dilema Narapidana (Model Dilema Narapidana)

Model ini menjelaskan mengenai bagaimana sikap seseorang dalam mengambil keputusan dalam keadaan tidak dapat berkomunikasi dengan teman atau lawannya. Model ini dibuat berdasarkan cerita bahwa dua orang ditangkap setelah bekerja sama melakukan sebuah kejahatan. Hal yang harus dilakukan apakah mereka harus mengakui kejahatan yang mereka lakukan atau tidak mengakuinya di depan pemeriksa polisi. Hasil pembayaran yang diperoleh dari setiap keputusan diungkapkan dalam tabel berikut:

Narapidana B

Narapidana A

 

Mengaku

Tidak Mengaku

Mengaku

-5, -5

-1, -10

Tidak Mengaku

-10, -1

-2, -2

 

Jika keduanya mengaku maka masing-masing akan dipenjara selama 5 tahun. Apabila kedua kelemahan tidak mengaku maka masing-masing akan dipenjara selama 2 tahun. Jika salah satu mengaku mengaku maka akan dipenjara selama 1 tahun dan yang tidak mengaku dipenjara selama 1 tahun. Dari sini kita bisa melihat bahwa keputusan yang agak menguntungkan terjadi jika kedua penemuan itu tidak mengakui kejahatannya dimana masing-masing penemuan hanya bisa dipenjara selama 2 tahun. Tetapi masalahnya mereka tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain sehingga muncul kekhawatiran bahwa temannya akan mengaku. Maka keputusan yang diambil adalah mengakui kejahatan yang dilakukan dan masing-masing mendapatkan masa tahanan selama 5 tahun. Model dilema ini dapat diadaptasi untuk menganalisis keputusan masing-masing duopolis dalam menentukan harga jual.

G.   Keuntungan dan Keseimbangan Dalam Jangka Pendek

a)    Keuntungan Jangka Pendek

Dalam kegiatan usaha pasti setiap perusahaan ingin memperoleh keuntungan secara cepat atau jangka pendek (laba super normal). Meskipun dalam kenyataannya hal ini bisa saja terjadi tetapi hal seperti titik impas maupun kerugian pun mungkin saja terjadi. Untuk bisa mencapai laba maksimum atau keuntungan dalam jangka pendek itu terjadi ketika TR > TC dan dimana untuk nilai biaya marjinal sama dengan penghasilan marginal (MC=MR).

Tahapan dalam pembutan kurva keuntungan jangka pendek :

1.    Gambarkan kurva MR dan D di pasar

2.    Tentukan syarat laba MC=MR dan gambarkan titik persinggungannya

3.    Lalu Tarik garis dari titik sinngung antara MC=MR keatas hingga ke garis D1 sehingga terciptanya TR di area 0,Q1,B,P1

4.    Gambar garis atau kurva AC

5.    Tentukan TC, dimana TC itu AC dikali Q. Sehingga terciptanya area laba yaitu P2,A,B,P1

b)   Keseimbangan Jangka Pendek

Keseimbangan dalam pasar oligopoli dapat terjadi ketika kurva permintaan marjinal atau marginal revenue (MR) dan kurva biaya marjinal atau marginal cost (MC)berpotongan. Dalam pasar oligopoli dikenal dengan adanya tindakan aksi reaksi, dimana pada saat dimana kurva permintaan perusahaan 1 (D1) itu mengalami patahan atau kekusutan kurva permintaan ke kurva permintaan perusahaan 2 (D2). Karena jika perusahaan 1 melakukan strategi untuk melakukan penurunan harga maka akan diikuti atau menimbulkan reaksi berupa strategi juga yang dilakukan perusahaan 2 sehingga jika perusahaan satu melakukan penurunan harga tidak diikuti dengan kenaikan jumlah permintaan karena konsumen saja bisa berpindah ke perusahaan 2 yang juga melakukan strategi lain. Sehingga kondisi ini biasa disebut dengan situasi balance Nash dimana semua pelaku pasar masing-masing menggunakan strategi mereka dengan mempertimbangkan strategi dari pihak lain

Tahapan pembuatan kurva keseimbangan jangka pendek :

1.    Gambarkan kurva MR dan D di pasar

2.    Tentukan syarat BEP atau kesetimbangan MR = MC

3.    Titik MR = MC itulah di titik D tempatkan ekuilibrium dari pasar oligopoli dengan jumlah output senilai Q1 dengan harga di P1

H.   Keuntungan dan Keseimbangan Dalam Jangka Panjang

·         Keuntungan Jangka Panjang

Di pasar oligopoli kondisi perusahaan dalam jangka panjang pasti mengalami laba atau keuntungan sama halnya dengan pasar monopoli. Hal ini dapat terjadi karena oligopoli pasar hampir mendekati monopoli pasar tetapi adanya kepentingan pribadi di setiap-tiap perusahaan membuat kondisi kompetitif. Kondisi kurva kondisi di jangka panjang juga tidak terdapat perbedaan dengan kurva keuntungan dalam jangka pendek karena pada dasarnya kondisi di pasar oligopoli yang terdapat sedikit atau bahkan 2 perusahaan yang membuat kondisi pasar sangat kompetitif dan sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar ini sehingga masing-masing masing-masing perusahaan yang ada cenderung melakukan strategi jangka panjang karena mereka lebih memilih strategi yang ada karena dalam oligopoli ada kondisi aksi reaksi.

Tahapan dalam pembutan kurva keuntungan jangka panjang :

1.    Gambarkan kurva MR dan D di pasar

2.    Tentukan syarat laba MC=MR atau TR>TC dan gambarkan titik persinggungannya

3.    Lalu Tarik garis dari titik sinngung antara MC=MR ke atas hingga ke garis D1 sehingga terciptanya TR di area 0,Q1,A,B

4.    Gambar garis atau kurva AC

5.    Tentukan TC, dimana TC itu AC dikali Q. Sehingga terciptanya area laba yaitu A,B,C,

·         Keseimbangan Jangka Panjang

Keseimbangan atau ekuilibrium itu terjadi di pasar oligopoli ketika kurva permintaan marjinal (MR) dan kurva biaya marjinal (MC) berpotongan dan membentuk kurva patah atau kurva permintaan yang tertekuk. Adanya penurunan harga oleh salah satu perusahaan tidak otomatis membuat permintaan akan bertambah, karena adanya syarat aksi reaksi. Dalam kondisi jangka panjang jika kondisi penurunan harga terus dilakukan disisi lain perusahaan lain pun beraksi dengan menurunkan juga maka jumlah harga yang dikorbankan   tetapi produsen tidak menerima permintaan yang meningkat alhasil lama kelamaan kondisi bisa berubah menjadi rugi. Maka kondisi yang seimbang adalah ketika MR = MC. Kondisi ini sesungguhnya sama dengan kondisi saat keseimbangan jangka pendek.

Tahapan pembuatan kurva keseimbangan jangka pendek :

1.    Gambarkan kurva MR dan D di pasar

2.    Tentukan syarat BEP atau kesetimbangan MR = MC

3.    Titik MR = MC itulah di titik D tempatkan ekuilibrium dari pasar oligopoli dengan jumlah output senilai Q1 dengan harga di P1

I.     Pengukuran Kekuatan Oligopoli (Rasio Konsentrasi)

Konsentrasi pasar adalah jumlah penjualan yang mempengaruhi wujud dari pasar yaitu, persaingan pasar sempurna, persaingan monopolistik, oligopoli, dan monopoli. Jumlah penjual di suatu pasar dapat mempengaruhi suatu perilaku, hal tersebut dikarenakan akan berakibat pada pandangan suatu perusahaan terhadap perusahaan lain pada suatu persaingan.

Adanya rasio konsentrasi dapat berguna untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah perusahaan pada industri yang digeluti perusahaan tersebut secara keseluruhan. Sehingga, rasio konsentrasi dapat bernialai rendah maupun tinggi. rasio konsentrasi yang bernilai rendah menunjukkan bahwa didalam industri tersebut terjadi suatu persaingan yang besar, yakni persaingan pasar sempurna atau persaingan monopolistik. Namun sebaliknya, rasio konsentrasi yang bernilai tinggi menunjukkan bahwa didalam industritersebut terjadi suatu persaingan yang kecil, yakni pasar pasar monopoli dan pasar oligopoli.

Rasio adalah jumlah dari pangsa pasar atau disebut S. Rasio yang umum digunakan adalah rasio konsentrasi 4 perusahaan (CR4). Selain CR4, rasio CR8 juga bisa digunakan untuk mengukur konsentrasi pasar. Rumusnya : CR4 = S1+S2+S3+S4 Contoh, dalam sebuah industri ada tujuh pasar dengan pangsa pasarnya sebagai berikut :

Perusahaan

Pangsa Pasar

1                                               31 %

2                                               27 %

3                                              17 %

4                                              12 %

5                                                7 %

6                                                4 %

7                                                2 %

Jumlah                                         100 %

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian, diambil empat perusahaan dengan pangsa pasar terbesar. Maka didapat yaitu perusahaan 1,2,3,4. Masukan ke rumus: CR4 = 31% + 27% + 17% + !2% = 87% Keterangan tingkat konsentrasi :

Tingkat Konsentrasi

CR4

Indikasi Struktur Pasar

Sangat Tinggi

100%

Monopoli

Tinggi

100% >CR4 > 80%

Oligopoli Sangat Terkonsentrais

Medium

80% > CR4 > 50%

Oligopoli

Rendah

50%  > CR4 > 0

Monopoli

 

 

Oligoponi

Sangat Rendah

0

Pasar Persaingan Sempurna

Jadi, dapat diartikan bahwa indikasi struktur pasarnya adalah Highly Concentrated Oligopoli.

J.    Studi Kasus dalam pasar oligopoli di Indonesia

Pada tanggal 22 januari 2008 PT. Carrefour Indonesia melakukan akuisisi saham PT. Alfa Retaililindo, Tbk (ALFA). Saham yang diakuisisi oleh PT. Carrefour Indonesia sebanyak 351 juta lembar saham atau 75% jumlah saham pada PT. Alfa Retaililindo, Tbk (ALFA). Hal tersebut membuat PT. Carrefour Indonesia menjadi pemain paling atas dalam persaingan pasar ritel yang ada di Indonesia.

Dampak Ekonomi setelah pengakuisisian PT. Carrefour Indonesia pada PT. Alfa Retalilindo, Tbk (ALFA), yaitu dominasinya PT. Carrefour Indonesia pada pangsa pasar yang mengarah ke praktek monopoli. Pada awalnya, pangsa pasar PT. Carrefour Indonesia sebesar 46,30% ditahun 2007. Namun setelah pengakuisisian saham PT. Alfa Retalilindo, Tbk (ALFA) membagi pangsa pasar dari PT. Carrefour Indonesia naik menjadi 57, 99% di tahun 2008. Selain itu, pergantian nama gerai Alfa Supermarket menjadi Carrefour akan memberikan peluang besar bagi ritel multinasional untuk melakukan monopoli pasar ritel yang ada di Indonesia dengan mengakuisisi saham perusahan ritel lainnya. PT. Carrefour sudah menjadi perusahaan ritel nomor satu di Indonesia. Sedangkan, Alfanmasih masuk dalam sepuluh besar.

K.   Kelebihan Dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Menurut Sukirno, (2010:320) kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli, sebagai berikut :

A.   Kebaikan pasar oligopoli,

1     Efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

2     Mengembangkan teknologi dan inovasi.

B.   kelemahan pasar oligopoly

1.    Saling bergantung, artinya setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan reaksi dari perusahan lain.

2.    Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke apsar oligopoli karena modal yang relatif besar.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Pasar oligopoli adalah pasar yang biasanya terdiri dari dua sampai sepuluh perusahaan yang menjual produk di pasar. Perusahaan pada pasar Oligopoli dapat menghasilkan produk yang homogen ataupun diferensiasi (berbeda corak). Kegiatan yang dilakukan oleh setiap perusahaan pada pasar oligopoli akan menimbulkan pengaruh atau reaksi pada perusahaan lain dikarenakan perusahaan pada pasar oligopoli tidak begitu banyak.

Pasar Oligopoli akan selalu menimbulkan pengaruh pada satu sama lain saat kebijakan baru dikeluarkan. Maka dalam pasar Oligopoli diperlukan adanya kesepakatan agar tidak menimbulkan kerugian. Biasanya mereka melakukan penetapan harga atau kesepakatan dalam menentukan pangsa pasar untuk menghindari terjadinya perang harga. Maka dari itu dalam menentukan harga di pasar oligopoli tergantung pada perusahaan lain atau para pesaingnya.

Faktor penyebab terjadinya oligopoli terbagi menjadi dua yaitu efisiensi dalam skala besar, dimana pada perusahaan yang memiliki modal besar untuk memproduksi barang yang besar biasanya yang paling mudah menguasai pasar. Yang kedua ada komleksitas manajemen dimana oligopoli diatandai dengan adanya kompetisi non harga. Setiap perusahaan harus cermat dan mempertimbangkan kembali setiap keputusan yang akan dikeluarkan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan bagi perusahaan lain dan para pesaing.

Perbedaan oligopoli dengan kesepakatan dan oligopoli tanpa kesepakatan yaitu dimana pada oligopoli dengan kesepakatan, perusahaan yang bersaing dalam pasar memiliki ikatan kerja sama satu sama lain, baik itu dalam konteks harga maupun produksi sedangkan oligopoli tanpa kesepakatan para perusahaan di pasar oligopoli tidak memiliki kesepakatan untuk menentukan dan mengatur keputusan perusahaan lain. Hal tersebut dapat diartikan bahwa membayar harga dan jumlah barang yang ditetapkan tergantung pada masing-masing perusahaan itu sendiri. Persaingan tanpa kesepakatan ini dapat menghasilkan hubungan timbal balik yang positif dalam upaya menarik lebih banyak konsumen dibandingkan dengan yang dilakukan pesaing sebelumnya.

Perbedaan antara pasar duopoli dan pasar oligopoli pada dasarnya pasar duopoli sama saja dengan pasar oligopoli, yang membedakan adalah jumlah perusahaan yang menguasai pasar tersebut. Dalam duopoli pasar hanya terdapat dua perusahaan yang menguasai pasar sementara dalam oligopoli pasar terdapat lebih dari dua perusahaan yang menguasai pasar tetapi tidak banyak (oligo = sedikit) sehingga tindakan pengusaha yang satu tetap akan mempengaruhi kebijakan pengusaha lainnya.

Model Dilema Narapidana (Model Dilema Tahanan) menjelaskan mengenai bagaimana sikap seseorang dalam mengambil keputusan dalam keadaan tidak dapat berkomunikasi dengan teman atau lawannya. Model ini dibuat berdasarkan cerita bahwa dua orang ditangkap setelah bekerja sama melakukan sebuah kejahatan. Hal yang harus dilakukan apakah mereka harus mengakui kejahatan yang mereka lakukan atau tidak mengakuinya di depan pemeriksa polisi. Model dilema ini dapat diadaptasi untuk menganalisis keputusan masing-masing duopolis dalam menentukan harga jual.

Dalam pasar oligopoli, untuk bisa mencapai laba maksimum atau keuntungan dalam jangka pendek itu terjadi ketika TR > TC dan dimana untuk nilai biaya marjinal sama dengan penghasilan marginal (MC=MR). Sedangkan untuk keuntungan jangka panjangnya, jika dilihat pada kurva di kondisi jangka panjang juga tidak terdapat perbedaan dengan kurva keuntungan dalam jangka pendek karena pada dasarnya kondisi di pasar oligopoli yang terdapat sedikit atau bahkan dua perusahaan yang membuat kondisi pasar sangat kompetitif dan sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar ini sehingga masing-masing perusahaan yang ada cenderung melakukan strategi jangka panjang karena mereka lebih memilih strategi yang ada karena dalam oligopoli ada kondisi aksi reaksi

Keseimbangan jangka pendek dalam pasar oligopoli dapat terjadi ketika kurva permintaan marjinal atau marginal revenue (MR) dan kurva biaya marjinal atau marginal cost (MC) berpotongan. Karena jika perusahaan 1 melakukan strategi untuk melakukan penurunan harga maka akan diikuti atau menimbulkan reaksi berupa strategi juga yang dilakukan perusahaan 2 sehingga jika perusahaan satu melakukan penurunan harga tidak diikuti dengan kenaikan jumlah permintaan karena konsumen saja bisa berpindah ke perusahaan 2 yang juga melakukan strategi lain. Sedangkan dalam kondisi jangka panjang jika kondisi penurunan harga terus dilakukan oleh pihak lain perusahaan lain pun beraksi dengan menurunkan juga maka jumlah harga yang dikorbankan cukup banyak tetapi produsen tidak mendapatkan hasil yang meningkat. lama kelamaan kondisi bisa berubah menjadi rugi. Maka kondisi yang seimbang adalah ketika MR = MC.

Adanya rasio konsentrasi dapat berguna untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah perusahaan pada industri yang digeluti perusahaan tersebut secara keseluruhan. Sehingga, rasio konsentrasi dapat bernialai rendah maupun tinggi. rasio konsentrasi yang bernilai rendah menunjukkan bahwa didalam industri tersebut terjadi suatu persaingan yang besar, yakni persaingan pasar sempurna atau persaingan monopolistik. Namun sebaliknya, rasio konsentrasi yang bernilai tinggi menunjukkan bahwa didalam industri tersebut terjadi suatu persaingan yang kecil, yakni pasar monopoli pasar dan pasar oligopoli.

Kelebihan dari pasar oligopoli yaitu penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan banyaknya pengembangan teknologi dan inovasi. Sedangkan untuk kelemahan pasar oligopoli yaitu adanya saling ketergantungan, artinya setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan reaksi dari perusahan lain dan juga terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoli karena modal yang relatif besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Arif, M. Nur Rianto dan Euis Amalia. 2018. “Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional.” Jakarta: Kencana.

Gregory, N.Mankiw. 2019. “Pengantar Ekonomi Mikro”. Jakarta: Salemba Empat.

Marina, A. & Fatihudin, D. 2008. Pasar Oligopoli di Indonesia (Kasus Trading Term dan Dominasi Carrefour pada Pasar Ritel Modern di Indonesia. Neraca Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, Th. V / No. 9.

Miar, & Batubara, KR 2019. Analisis Konsentrasi Rasio Industri Brsar dan Sedang di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Jembatan : Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 16, No. 2, 121-132.

Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung. 2008. “Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi 8 & Makroekonomi)”. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Siregar, A. 2018. Pengaruh Penetapan Materi Penawaran terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa pada Materi Bentuk Pasar Barang di Kelas X SMA Negeri Batang Onang. Jurnal MISI Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Vol. 1, No.1, 124-137.

Sujanti, Jun dkk. 2018. “Belajar Teori Ekonomi (Pendekatan Mikro) Berbasis Karakter”. Jakarta: Deeppublish.

Sukirno, Sadono. 2008. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Komentar

Postingan Populer