Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MAKALAH PASAR OLIGOPOLI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga dapat menyelesaikan makalah yang bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah Teori Ekonomi Mikro. dengan judul “Pasar Oligopoli”
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah Teori Ekonomi Mikro .Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan tentang ekonomi terutama didalam materi pasar oligopoli. Kritik dan saran sangat kami harapkan kepada pembaca dalam pengembangan makalah kedepannya.
Maros, 26 Desember 2022
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar....................................................................................................
2
Daftar
Isi................................................................................................................
3
BAB I
PENDAHULUAN......................................................................................
4
A.
Latar Belakang.........................................................................................
4
B.
Rumusan Masalah..................................................................................
5
C.
Tujuan.......................................................................................................
5
BAB II
PEMBAHASAN.......................................................................................
7
A.
Definisi dan Ciri Pasar Monopoli...........................................................
7
B.
Asumsi dalam Oligopoli.........................................................................
11
C.
Faktor Penyebab Terjadinya Oligopoli...............................................
12
D.
Perbedaan Oligopoli dengan Kesepakatan dan
Oligopoli Tanpa Kesepakatan 13
E.
Perbedaan Duopoli dengan Oligopoli.................................................
15
F.
Model Dilema Narapidana (Model Dilema
Narapidana).................. 22
G.
Keuntungan dan Ekuilibrium dalam Jangka
Pendek....................... 24
H.
Keuntungan dan Ekuilibrium dalam Jangka
Panjang...................... 26
I.
Pengukuran Kekuatan Oligopoli..........................................................
28
J.
Studi Kasus Oligopoli di Indonesia...................................................... 30
K.
Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli......................................
31
BAB
III PENUTUP..............................................................................................
32
A. Kesimpulan
............................................................................................ 32
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................
37
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara mengelola sumber daya yang
terbatas. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap masyarakat dan perusahaan secara keseluruhannya
akan selalu berhadapan dengan persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu
persoalan yang menuntut seseorang atau suatu perusahaan membuat keputusan
tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Perusahaan
menjalankan kegiatannya untuk mencari keuntungan, yang didapat apabila
perusahaan membuat pilihan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan adanya
pengetahuan mengenai pasar.
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat,
baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang
berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal
balik antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah
suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Berdasarkan hal di atas, maka dalam
makalah ini kami akan membahas salah satu bentuk pasar yakni pasar oligopoli.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian pasar oligopoli?
2.
Bagaimana asumsi dalam pasar oligopoli?
3.
Apa faktor penyebab terjadinya pasar
oligopoli?
4.
Apa perbedaan oligopoli dengan kesepakatan
dan tanpa kesepakatan?
5.
Apa saja bentuk – bentuk pasar oligopoli?
6.
Bagaimana model pilihan dari perilaku
oligopolis dalam stabilitas harga?
7.
Bagaimana keuntungan dan keseimbangan
dalam jangka pendek dalam pasar oligopoli?
8.
Bagaimana keuntungan dan keseimbangan
dalam jangka panjang dalam pasar oligopoli?
9.
Bagaimana mengukur kekuatan di pasar
oligopoli?
10. Bagaimana
contoh kasus dalam oligopoli di Indonesia?
11. Apa
saja kekuatan dan kelemahan dari pasar oligopoli?
C.
Tujuan
1. Definisi
dan ciri pasar oligopoly
2. Asumsi
dalam oligopoly
3. Faktor
penyebab terjadinya oligopoly
4. Perbedaan
oligopoly dengan kesepakatan dan oligopoly tanpa kesepakatan
5. Perbedaan
duopoly dengan oligopoly
6. Model
dilemma narapidana
7. Keuntungan
dan keseimbangan dalam jangka pendek
8. Keuntungan
dan keseimbangan dalam jangka panjang
9. Pengukuran
kekuatan pasar oligopoly
10. Studi kasus oligopoly di Indonesia
11. Kelebuhan
dan kekurangan pasar oligopili
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pasar Oligopoli
Pasar
oligopoli adalah pasar yang biasanya terdiri dari dua sampai sepuluh perusahaan
yang menjual produk di pasar. Perusahaan pada pasar oligopoli bisa menghasilkan
produk yang homogen ataupun diferensiasi (berbeda corak). Produk homogen dari
pasar oligopoli diantaranya adalah semen, baja, dan alumunium. Sedangkan untuk
produk diferensiasinya diantaranya mobil dan produk minuman ringan.
Kegiatan
yang dilakukan oleh setiap perusahaan pada pasar oligopoli akan menimbulkan
pengaruh atau reaksi pada perusahaan lain dikarenakan perusahaan pada pasar
oligopoli tidak begitu banyak. Sebagai contoh, dari produk semen. Jika semen
merk Gresik menurunkan harga maka akan menimbulkan reaksi pada perusahaan semen
lainnya seperti Holcim, Semen Padang, Indocement, untuk menurunkan harga
produknya karenajika tidak ikut menurunkan produk mereka, konsumen pasti akan
lebih memilih membeli semen yang harganya lebih murah. Contoh selanjutnya pada
pembedaan produk yakni produk minuman coca-cola saat mengeluarkan varian rasa
coca-cola zero sugar. Produk pesaingnya yaitu Pepsi ikut membuat varian yang
sama yaitu Pepsi Cola Zero Sugar. Persaingan pada diferensiasi produk umumnya
bukan persaingan harga melainkan persaingan non harga.
Pasar
Oligopoli akan selalu menimbulkan pengaruh pada satu sama lain saat kebijakan
baru dikeluarkan. Maka dalam pasar Oligopoli diperlukan adanya kesepakatan agar
tidak menimbulkan kerugian. Biasanya mereka melakukan penetapan harga atau
kesepakatan dalam menentukan pangsa pasar untuk menghindari terjadinya perang
harga.
Ciri -Ciri Pasar Oligopoli
·
Hanya Sedikit
Perusahaan Dalam Industri
Jumlah
perusahaan di pasar oligopoli biasanya antara dua sampai sepuluh. Namun, secara
teoritis sulit sekali menetapkan berapa jumlah perusahaan biasanya jumlah
perusahaan diasumsikan kurang dari sepuluh. Dalam kasus tertentu hanya terdapat
dua perusahaan (duopoli). Kekuatan perusahaan perusahaan dalam industri dapat
diukur dengan menghitung rasio keluaran dalam pasar oligopoli yang dikuasai
oleh perusahaan-perusahaan yang konsentrasi (concentration ratio). Rasio
konsentrasi menghitung berapa persen dominan (empat sampai dengan delapan
perusahaan). Jika rasio konsentrasi empat perusahaan (empat perusahaan
konsentrasi rasio atau CR4) adalah 60%, berarti 60% output dalam industri
dikuasai oleh empat perusahaan terbesar. CRA yang semakin kecil mencerminkan
struktur pasar yang semakin bersaing sempurna. Pasar suatu industri dinyatakan
berstruktur oligopolistik apabila CR4 melebihi 40%. Kita juga bisa mengukur
derajad konsentrasi delapan perusahaan (CR8) atau jumlah lainnya. Jika CR8 80%,
berarti 80% sales firms) output dalam industri dikuasai oleh delapan perusahaan
terbesar.
·
Produk
Homogen atau Terdiferensiasi
Produk
homogen adalah produk yang dihasilkan berupa perusahaan produk yang hanya
memiliki satu macam produk saja misalnya bahkan baku industri seperti semen,
baja dan kertas. Sedangkan untuk diferensiasi produk adalah produk yang
memiliki beberapa corak misalnya dalam industri yang menghasilkan barang jadi
seperti mobil, sepatu, rokok, komputer, dll.
Penggolongan
ini memiliki peran penting dalam pasar oligopoli. Semakin besar tingkat
diferensiasinya, perusahaan semakin tidak tergantung pada kegiatan
perusahaan-perusahaan lainnya. Berarti oligopoli dengan diferensiasi produk
dapat lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan-perusahaan
pesaingnya. Di luar modal, rintangan untuk masuk ke dalam industri oligopoli
yang menghasilkan produk homogen lebih sedikit, karena pada industri oligopoli
dengan diferensiasi produk sangat berkaitan dengan loyalitas konsumen terhadap produk
atau merek tertentu.
·
Pengambilan
Keputusan Yang Saling Memengaruhi
Keputusan
perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi
perusahaan lainnya, baik yang sudah ada maupun yang masih berada di luar
industri. Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industri,
perusahaan yang telah menempuh strategi menetapkan harga jual terbatas, yang
membuat perusahaan menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum.
·
Kompetitif
Non Harga
Dalam
usahanya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga,
namun juga non harga. Bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain adalah
iklan untuk memberikan informasi, membentuk citra yang baik terhadap perusahaan
dan merek, serta mempengaruhi perilaku konsumen dengan tingkat efisiensi yang
sangat tinggi tidak menutup kemungkinan perusahaan melakukan kegiatan intelijen
industri untuk memperolet informasi (mengetahui) keadaan, kekuatan dan
kelemahan pesaing maupun potensi. Informasi-informasi ini sangat penting agar perusahaan
dapat memprediksi reaksi pesaing terhadap setiap keputusan yang diambil.
·
Perusahaan
lain relatif sulit untuk memasuki pasar
Perusahaan
yang sudah ada biasanya sudah memiliki kekuatan yang besar terutama dalam hal
modal dan skala ekonomis yang tinggi sehingga jika ada perusahaan baru akan
kalah bersaing dalam memasarkan produknya.
B. Asumsi dalam oligopoly
Beberapa
asumsi yang terdapat pada pasar oligopoli antara lain:
a.
Perusahaan memiliki hak sebagai pembuat
harga. Perusahaan bukan hanya sebagai pembuat harga tetapi juga dapat
mempengaruhi ketetapan harga dari perusahaan lain.
b.
Penjual bertindak secara strategis.
c.
Kemungkinan masuk pasar bervariasi namun
kemungkinannya lebih sulit.
d.
Pembeli sebagai penerima harga, yaitu
pembeli tidak dapat mempengaruhi harga pasar.
Dalam
menentukan harga di pasar oligopoli itu tergantung pada perusahaan lain atau
para pesaing. Kurva permintaan yang relevan bagi perusahaan oligopoli ada pada
garis ABD2. Pada P1, apabila perusahaan menaikkan harga di atas harga P1 maka
pesaing tidak mengikuti. Akibatnya jika perusahaan menaikkan harga, misal 10%
(P3) maka perusahaan akan kehilangan permintaan lebih dari 10% (Q1 ke Q2).
Sebaliknya, jika perusahaan menurunkan harga di bawah P1, misal P2, maka
beberapa pesaing akan mengikuti (BD2) namun perubahan kenaikan permintaan tidak
akan lebih dari skala penurunan tersebut (Q1 ke Q2), karena perusahaan lain
juga ikut menurunkan harga. Kurva penerimaan marjinal yang relevan adalah garis
ACDE, dan harga keseimbangan pasar berada pada P1.
C. Faktor Penyebab Terjadinya Oligopoli
·
Efisiensi
dalam skala besar.
Dalam
pasar oligopoli, berbagai perusahaan yang bergerak didalamnya mayoritas adalah
perusahaan besar. Maksud dari perusahaan besar itu adalah perusahaan yang
memiliki modal besar untuk memproduksi suatu output yang besar. Efisiensi
(biaya rata-rata minimum) perusahaan baru tersebut akan tercapai bila output
yang di produksi dalam skala yang sangat besar. Hal tersebut yang menyebabkan
hambatan bagi perusahaan lain untuk dapat masuk dalam pangsa pasar tersebut.
·
Kompleksitas Manajemen
Struktur
pasar oligopoli ditandai dengan adanya kompetisi harga dan non harga. Oleh
karena itu, setiap perusahaan harus cermat dan mempertimbangkan kembali setiap
keputusan yang akan dikeluarkan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan
bagi perusahaan lain dan para pesaing. Perusahaan harus mampu memiliki
kemampuan dalam manajemen yang baik agar dapat terus bertahan dalam persaingan
pasar yang kompleks. Hanya sedikit perusahaan yang dapat memiliki kemampuan
tersebut sehingga sangat sulit untuk dapat masuk dalam sistem pasar oligopoli.
D.
Perbedaan
oligopoli dengan kesepakatan dan oligopoli tanpa kesepakatan
a.
Oligopoli
dengan kesepakatan (Collusive Oligopoli)
Kesepakatan dalam hal ini
dimaksudkan dengan berbagai perusahaan yang bersaing dalam pasar yang memiliki
ikatan kerja sama satu sama lain, baik itu dalam konteks harga maupun produksi.
Hal ini ditujukan untuk menghindari adanya perang harga di antara berbagai
perusahaan yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian. Contohnya, Perusahaan
X dan perusahaan Y bekerja sama dan memiliki kesepakatan untuk menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi, meskipun dalam kondisi perusahaan yang
berbeda.
b.
Oligopoli
tanpa kesepakatan (Non Collusive Oligopoli)
Dalam hal ini, para perusahaan
di pasar oligopoli tidak memiliki kesepakatan untuk menentukan dan mengatur
keputusan perusahaan lain. Hal tersebut dapat diartikanbahwa pembayaran harga
dan jumlah barang yang ditetapkan tergantung pada masing-masing perusahaan itu
sendiri. Persaingan tanpa kesepakatan ini dapat menghasilkan hubungan timbal
balik yang positif dalam upaya menarik lebih banyak konsumen dibandingkan
dengan yang dilakukan pesaing sebelumnya.
Pada persaingan ini terdapat
beberapa hal yang berhubungan dengan tingkat harga dan jumlah produksi (produk
relatif sama), yaitu :
a) Pada
saat ada perusahaan yang berusaha menurunkan harga jual produk dengan cara
meningkatkan jumlah produksi, maka hal tersebut akan diikuti oleh para
perusahaan pesaingnya. Keduanya akan berebut menguasai pasar dengan
mengorbankan keuntungan masing-masing yang mereka terima untuk menguasai pasar
tersebut.
b) Pada
saat ada perusahaan yang berusaha meningkatkan jumlah produksinya dengan tujuan
untuk dapat menjual dengan harga yang murah, maka hal tersebut juga akan diikuti
oleh perusahaan pesaingnya dan jika tindakan tersebut dibarengi maka akan
merugikan kedua perusahaan tersebut.
c) Perusahaan
dalam persaingan ini tidak akan mengikuti jika perusahaan lain harus menaikkan
harga jual produknya atau menurunkan jumlah produksinya.
E.
Perbedaan
Pasar Duopoli dan Oligopoli
Pasar duopoli merupakan pasar dimana hanya ada dua
perusahaan yang menguasai pasar. Sehingga setiap kebijakan atau tindakan yang
dilakukan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi terhaapa kabijakan perusahaan
yang lain baik dalam menentukan kualitas produk, harga, kapasitas produksi dan
sebagainya. Pasar duopoli dengan produk yang homogen disebut pasar duopoli
murni (pure duopoly). Sedangkan pasar duopoli dengan produk yang tidak homogen
tetapi saling mensubstitusi dinamakan pasar duopoli yang dibedakan
(differentiated duopoly).
Pada kenyataannya pasar duopoli jarang sekali ditemukan.
Sehingga teori mengenai pasar duopoli banyak menggunakan asumsi-asumsi bahkan
dikhayalkan. Akan tetapi teori ini akan sangat berguna sebagai dasar penyusunan
teori logopoli.
Teori pasar duopoli dikemukakan pertama kali oleh Ekonom
Perancis Antonie Augustin Cournot pada tahun 1838 dalam bukunya yang berjudul
“Researches into the Mathematical Principles of the Theory of Wealth”. Teori
Cournot banyak dikritik oleh ahli-ahli ekonomi lain karena dianggap tidak masuk
akal. Oleh karena itu ada beberapa ahli ekonomi yang kemudian mengemukakan
teori pasar duopoli sebagai penyempurna teori Cournot salah satunya teori
Bertrand-Edwegorth.
Untuk analisa dari pasar duopoli dapat digambarkan seperti
berikut. Misalanya terdapat dua perusahaan yaitu perusahaan A dan perusahaan B.
Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan B akan memepengaruhi kebijakan
yang akan diambil oleh perusahaan A begitupun sebaliknya. Oleh karena itu,
dapat diprediksi dengan baiktindakan apa yang akan dilakukan oleh pasar
pesaingnya maka perusahaan harus selalu memperhatikan dengan cermat perilaku
perusahaan pesaingnya tersebut. Hal ini tentu tidaklah mudah.
Teori duopoli pasar disusun berdasarkan asumsi-asumsi
mengenai perilaku pengusaha-pengusaha pesaing. Oleh karena itu apabila
asumsi-asumsi tersebut diubah maka akan banyak teori baru yang berbeda. Itulah
mengapa terdapat berbagi teori mengenai pasar duopoli karena setiap ahli yang
mengemukakan teori duopoli menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda dalam
menyusunnya.
Pada dasarnya pasar duopoli sama saja dengan pasar
oligopoli, yang membedakan adalah jumlah perusahaan yang menguasai pasar
tersebut. Dalam duopoli pasar hanya terdapat dua perusahaan yang menguasai
pasar sementara dalam oligopoli pasar terdapat lebih dari dua perusahaan yang
menguasai pasar tetapi tidak banyak (oligo = sedikit) sehingga tindakan
pengusaha yang satu tetap akan mempengaruhi kebijakan pengusaha lainnya.
Perilaku oligopolistik dalam pasar oligopoli telah didesain
dalam beberapa model pilihan. Model-model oligopoli tersebut yaitu :
·
Model
Cornot
Di dalam model ini perusahaan duopolis dianggap memiliki
produk dan biaya yang identik serta masing-masing produsen bertujuan untuk
memaksimumkan keuntungannya dalam setiap periode tetapi keuntungan industri
tidak maksimal.
Model Cournot mendorong tercapainya keseimbangan yang
stabil karena semakin banyak produsen dalam suatu industri maka jumlah barang
yang ditawarkan semakin banyak sehingga berakibat pada menurunnya harga, dimana
tingkat harga pada pasar duopoli akan lebih rendah daripada harga di pasar
monoppoli akan tetapi masih lebih besar dibandingkan dengan tingkat harga di
pasar persaingan sempurna.
Keseimbangan dalam model Cournot diciptakan oleh perpotongan
dua kurva reaksi (kurva reaksi). Kurva reaksi yaitu kurva yang menunjukkan
bagaimana produsen I menentukan jumlah atau besarnya keluaran sebagai reaksi
dari keputusan produsen II dalam melakukan produksi. Berikut gambar yang
menunjukkan kurva reaksi bagi produsen I dan produsen II. Keseimbangan terjadi
pada titik E. Karena kurva produsen I lebih landai daripada kurva produsen II
maka dikatakan sebagai keseimbangan stabil. Pertanyaan yang kemudian muncul
yaitu mengapa para produsen memilih posisi E? Jawaban yang disajikan oleh
Cournot yaitu karena para produsen tidak pernah mau mempertimbangkan pengalaman
masa lalunya dalam mengambil keputusan. Dan inilah salah satu kelemahan dari
model Conot.
·
Model
Chamberline
Model Chamberlin menyarankan bahwa keseimbangan yang stabil
akan tercapai dengan menentukan harga sebagaimana si monopoli menetukan harJika
para produsen mengatahui interdependensi (saling bergantung) antara mereka maka
keuntungan industri akan tercapai. Chamberlin berpendapat jika para produsen
tidak menyadari saling ketergantungan antara mereka, maka industri akan
mencapai keseimbangan Cournot ataupun keseimbangan Bertrand.
Chamberlin berasumsi lebuh banyak bahwa para produsen
perusahaan duopoli mengakui saling ketergantungan antara mereka, akibatnya
tanapa danya suatu bentuk kesepakatn atau kerja sama, perusahaan duopoli
tersebut akan menentukan harga ynag sama, menjual jumlah output yang sama, dan
memaksimumkan keutungan bersama mereka.
Pada Gambar 2.1 D adalah kurva permintaan total untuk
gabungan dari perusahaan duopoli A dan B. Jika perusahaan A adalah yang pertama
memasuki pasar, maka ia akan memilih titik A pada D (=dA), dan dengan demikian
memperoleh keuntungan sebesar $3600. Perusahaan B, yang, menganggap output A
sejumlah tertentu, mengahadapi kurva permintaan dB dan selanjutnya memutuskan
untuk menjual 300 unit pada titik B, (Hingga tahap ini, model Chamberlin
benar-benar sama dengan model Cournot). Akan tetapi, perusahaan duopoli A dan B
kemudian menyadari bahwa cara terbaik adalah membagi keuntungan monopoli
sebesar $3600 tersebut. Dengan demikian, setiap perusahaan menjual output
sebanyak 300 unit atau setengah sari output monopoli pada harga $6 dan
memperoleh keuntungan sebesar $1800. Cara penyelesaian ini berdifat stabil dan
dicapai tanpa adanya kerja sama.
·
Model
Permintaan Tertekuk
Model Kurva Permintaan Patah-Kinked Demand dikembangkan
oleh SWEEZY pada tahun 1939. Kurva permintaan produsen oligopoli memiliki
“patahan” yang mencerminkan pola perilaku produsen. Kondisi kurva yang demikian
disebabkan adanya “perang harga' antara perusahaan oligopolies. Kurva
permintaan patah menunjukkan ketegaran harga jika satu perusahaan menurunkan
harga maka perusahaanyang lain juga ikut menurunkan harga. Tetapi jika
perusahaan tersebut menaikkan harga maka perusahaan yang lain tidak ikut
menaikkan harga.
1)
Terdapat dua perusahaan oligopoli dalam
suatu pasar. Perusahaan A memiliki kurva permintaan DA-DB dan perusahaan B
memiliki kurva permintaan DA –DB. Untuk 300 unit produk harga jual perusahaan A
dan perusahaan B sama yaitu Rp 45,-per unit.
2)
Untuik 100 unit produk harga jual
perusahaan A dengan harga Rp 60,-per unit, sedangkan jual haraga perusahaan B
dengan harga Rp 50,-per unit, berarti perusahaan A harganya lebih mahal dari
pada perusahaan B. Perusahaan A harus mengikuti harga jual perusaan B artinya
harga diturunkan menjadi 50,-agar tidak kehilangan pembeli. Dan perusahaan B
tidak perlu menurunkan harga.
3)
Untuk 500 unit produk harga jual
perusahaan A dengan harga Rp 30,- per unit, sedangkan harga jual perusahaan B
dengan harga Rp 40,- per unit, berarti perusahaan B harganya lebih mahal
daripada perusahaan A. Perusahaan B harus mengikuti harga jual perusahaan A
artinya harga diturunkan menjadi Rp 30,-agar tidak kehilangan pembeli. Dan
perusahaan A tidak perlu menurunkan harga.
4)
Dengan demikian dapat dikatakan kurva
kondisi permintaan yang dihadapi oleh pasar oligopoli akan berbentuk kurva yang
menghubungkan titik EK dan B.
·
Analisis
Kepemimpinan Harga
Kepemimpinan harga (price leadership) merupakan kerjasama
yang tidak sempurna dimana perusahaan-perusahaan dalam industri oligopolistis
secara diam-diam (tanpa kesepakatan) memutuskan untuk mentapkan harga yang sama
dengan pemimpin industri tersebut. Pemimpin harga (pemimpin harga) mungkin
adalah perusahaan dengan struktur biaya rendah ataupun bisa saja perusahaan
ynag dominan atau terbesar dalam industri tersebut, Apabila yang menetapkan
haga adalah perusahaan yang dominan dalam industri tersebut, dan memungkiknkan
perusaaah lain dalam industri menjual barang sebanyak-banyaknya dengan harga
tersebut, dan kemudian perusahaan dominan tadi memasuki pasar tersebut.
Secara sederhananya dalam model ini terdapat perusahaan
yang dominan yang bertindak sebagai pemimpin dasar, serta perusahaan lainnya
sebagai pengikut. Dimana mereka membisu seolah-olah mereka berada di pasar yang
semurna bersaing. Perusahaan-perusahaan pengikut bertindak sebagai penerima
harga (price taker), yaitu akan menerima berapapun harga yang ditetapkan leh
perusahaan pemimpin dan akan menghasilkan output pada kondisi dimana marginal
costnya sama dengan tingkat harga.
Pemimpin
produsen menetapkan harga Po, maka Q produsen kecil = Q pemimpin produsen pada
tingkat harga Po, yaitu Qo.
Kurva
permintaan perusahaan pemimpin = kurva D – kurva ∑MCS secara horisontal.
·
Teori
permainan (Teori Gane)
Teori permainan (Gane Theory) mencoba menjelaskan tentang perilaku
perusahaan dalam pasar duopoli secara lebih realistis. Menurut teori ini
duopolis tidak hanya mengambil keputusan secara kompetitif tetapi juga secara
kerja sama (kooperatif). Srategi apapun yang dipilih dasar pertimbangannya
tetap pada seberapa besar hasil yang diperoleh (pay off).
F.
Model
Dilema Narapidana (Model Dilema Narapidana)
Model ini menjelaskan mengenai bagaimana sikap seseorang
dalam mengambil keputusan dalam keadaan tidak dapat berkomunikasi dengan teman
atau lawannya. Model ini dibuat berdasarkan cerita bahwa dua orang ditangkap
setelah bekerja sama melakukan sebuah kejahatan. Hal yang harus dilakukan
apakah mereka harus mengakui kejahatan yang mereka lakukan atau tidak
mengakuinya di depan pemeriksa polisi. Hasil pembayaran yang diperoleh dari
setiap keputusan diungkapkan dalam tabel berikut:
|
Narapidana B |
Narapidana A |
|
|
|
Mengaku |
Tidak Mengaku |
|
Mengaku |
-5, -5 |
-1, -10 |
|
Tidak Mengaku |
-10, -1 |
-2, -2 |
Jika keduanya mengaku maka masing-masing akan
dipenjara selama 5 tahun. Apabila kedua kelemahan tidak mengaku maka
masing-masing akan dipenjara selama 2 tahun. Jika salah satu mengaku mengaku
maka akan dipenjara selama 1 tahun dan yang tidak mengaku dipenjara selama 1
tahun. Dari sini kita bisa melihat bahwa keputusan yang agak menguntungkan
terjadi jika kedua penemuan itu tidak mengakui kejahatannya dimana
masing-masing penemuan hanya bisa dipenjara selama 2 tahun. Tetapi masalahnya
mereka tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain sehingga
muncul kekhawatiran bahwa temannya akan mengaku. Maka keputusan yang diambil
adalah mengakui kejahatan yang dilakukan dan masing-masing mendapatkan masa
tahanan selama 5 tahun. Model dilema ini dapat diadaptasi untuk menganalisis
keputusan masing-masing duopolis dalam menentukan harga jual.
G.
Keuntungan
dan Keseimbangan Dalam Jangka Pendek
a)
Keuntungan
Jangka Pendek
Dalam
kegiatan usaha pasti setiap perusahaan ingin memperoleh keuntungan secara cepat
atau jangka pendek (laba super normal). Meskipun dalam kenyataannya hal ini
bisa saja terjadi tetapi hal seperti titik impas maupun kerugian pun mungkin
saja terjadi. Untuk bisa mencapai laba maksimum atau keuntungan dalam jangka
pendek itu terjadi ketika TR > TC dan dimana untuk nilai biaya marjinal sama
dengan penghasilan marginal (MC=MR).
Tahapan dalam pembutan kurva
keuntungan jangka pendek :
1.
Gambarkan kurva MR dan D di pasar
2.
Tentukan syarat laba MC=MR dan gambarkan
titik persinggungannya
3.
Lalu Tarik garis dari titik sinngung
antara MC=MR keatas hingga ke garis D1 sehingga terciptanya TR di area 0,Q1,B,P1
4.
Gambar garis atau kurva AC
5.
Tentukan TC, dimana TC itu AC dikali Q.
Sehingga terciptanya area laba yaitu P2,A,B,P1
b)
Keseimbangan
Jangka Pendek
Keseimbangan dalam pasar
oligopoli dapat terjadi ketika kurva permintaan marjinal atau marginal revenue
(MR) dan kurva biaya marjinal atau marginal cost (MC)berpotongan. Dalam pasar
oligopoli dikenal dengan adanya tindakan aksi reaksi, dimana pada saat dimana
kurva permintaan perusahaan 1 (D1) itu mengalami patahan atau kekusutan kurva
permintaan ke kurva permintaan perusahaan 2 (D2). Karena jika perusahaan 1
melakukan strategi untuk melakukan penurunan harga maka akan diikuti atau
menimbulkan reaksi berupa strategi juga yang dilakukan perusahaan 2 sehingga
jika perusahaan satu melakukan penurunan harga tidak diikuti dengan kenaikan
jumlah permintaan karena konsumen saja bisa berpindah ke perusahaan 2 yang juga
melakukan strategi lain. Sehingga kondisi ini biasa disebut dengan situasi
balance Nash dimana semua pelaku pasar masing-masing menggunakan strategi mereka
dengan mempertimbangkan strategi dari pihak lain
Tahapan pembuatan kurva
keseimbangan jangka pendek :
1.
Gambarkan kurva MR dan D di pasar
2.
Tentukan syarat BEP atau kesetimbangan MR
= MC
3.
Titik MR = MC itulah di titik D tempatkan
ekuilibrium dari pasar oligopoli dengan jumlah output senilai Q1 dengan harga
di P1
H.
Keuntungan
dan Keseimbangan Dalam Jangka Panjang
·
Keuntungan
Jangka Panjang
Di pasar oligopoli kondisi perusahaan dalam jangka panjang
pasti mengalami laba atau keuntungan sama halnya dengan pasar monopoli. Hal ini
dapat terjadi karena oligopoli pasar hampir mendekati monopoli pasar tetapi
adanya kepentingan pribadi di setiap-tiap perusahaan membuat kondisi
kompetitif. Kondisi kurva kondisi di jangka panjang juga tidak terdapat
perbedaan dengan kurva keuntungan dalam jangka pendek karena pada dasarnya
kondisi di pasar oligopoli yang terdapat sedikit atau bahkan 2 perusahaan yang
membuat kondisi pasar sangat kompetitif dan sulit bagi perusahaan baru untuk
masuk ke dalam pasar ini sehingga masing-masing masing-masing perusahaan yang
ada cenderung melakukan strategi jangka panjang karena mereka lebih memilih
strategi yang ada karena dalam oligopoli ada kondisi aksi reaksi.
Tahapan
dalam pembutan kurva keuntungan jangka panjang :
1. Gambarkan
kurva MR dan D di pasar
2. Tentukan
syarat laba MC=MR atau TR>TC dan gambarkan titik persinggungannya
3. Lalu
Tarik garis dari titik sinngung antara MC=MR ke atas hingga ke garis D1
sehingga terciptanya TR di area 0,Q1,A,B
4. Gambar
garis atau kurva AC
5. Tentukan
TC, dimana TC itu AC dikali Q. Sehingga terciptanya area laba yaitu A,B,C,
·
Keseimbangan
Jangka Panjang
Keseimbangan
atau ekuilibrium itu terjadi di pasar oligopoli ketika kurva permintaan
marjinal (MR) dan kurva biaya marjinal (MC) berpotongan dan membentuk kurva
patah atau kurva permintaan yang tertekuk. Adanya penurunan harga oleh salah
satu perusahaan tidak otomatis membuat permintaan akan bertambah, karena adanya
syarat aksi reaksi. Dalam kondisi jangka panjang jika kondisi penurunan harga
terus dilakukan disisi lain perusahaan lain pun beraksi dengan menurunkan juga
maka jumlah harga yang dikorbankan tetapi produsen tidak menerima permintaan yang
meningkat alhasil lama kelamaan kondisi bisa berubah menjadi rugi. Maka kondisi
yang seimbang adalah ketika MR = MC. Kondisi ini sesungguhnya sama dengan
kondisi saat keseimbangan jangka pendek.
Tahapan
pembuatan kurva keseimbangan jangka pendek :
1.
Gambarkan kurva MR dan D di pasar
2.
Tentukan syarat BEP atau kesetimbangan MR
= MC
3.
Titik MR = MC itulah di titik D tempatkan
ekuilibrium dari pasar oligopoli dengan jumlah output senilai Q1 dengan harga
di P1
I.
Pengukuran
Kekuatan Oligopoli (Rasio Konsentrasi)
Konsentrasi pasar adalah jumlah penjualan yang mempengaruhi
wujud dari pasar yaitu, persaingan pasar sempurna, persaingan monopolistik,
oligopoli, dan monopoli. Jumlah penjual di suatu pasar dapat mempengaruhi suatu
perilaku, hal tersebut dikarenakan akan berakibat pada pandangan suatu
perusahaan terhadap perusahaan lain pada suatu persaingan.
Adanya rasio konsentrasi dapat berguna untuk mengukur besar
atau kecilnya sebuah perusahaan pada industri yang digeluti perusahaan tersebut
secara keseluruhan. Sehingga, rasio konsentrasi dapat bernialai rendah maupun
tinggi. rasio konsentrasi yang bernilai rendah menunjukkan bahwa didalam industri
tersebut terjadi suatu persaingan yang besar, yakni persaingan pasar sempurna
atau persaingan monopolistik. Namun sebaliknya, rasio konsentrasi yang bernilai
tinggi menunjukkan bahwa didalam industritersebut terjadi suatu persaingan yang
kecil, yakni pasar pasar monopoli dan pasar oligopoli.
Rasio adalah jumlah dari pangsa pasar atau disebut S. Rasio
yang umum digunakan adalah rasio konsentrasi 4 perusahaan (CR4). Selain CR4,
rasio CR8 juga bisa digunakan untuk mengukur konsentrasi pasar. Rumusnya : CR4 =
S1+S2+S3+S4 Contoh, dalam sebuah industri ada tujuh pasar dengan pangsa
pasarnya sebagai berikut :
|
Perusahaan |
Pangsa
Pasar |
|
1 31
% |
|
2 27 % |
|
3 17 % |
|
4 12 % |
|
5 7
% |
|
6 4
% |
|
7 2
% |
|
Jumlah
100 % |
Kemudian,
diambil empat perusahaan dengan pangsa pasar terbesar. Maka didapat yaitu
perusahaan 1,2,3,4. Masukan ke rumus: CR4 = 31% + 27% + 17% + !2% = 87%
Keterangan tingkat konsentrasi :
|
Tingkat Konsentrasi |
CR4 |
Indikasi Struktur Pasar |
|
Sangat Tinggi |
100% |
Monopoli |
|
Tinggi |
100% >CR4 > 80% |
Oligopoli Sangat Terkonsentrais |
|
Medium |
80% > CR4 > 50% |
Oligopoli |
|
Rendah |
50%
> CR4 > 0 |
Monopoli |
|
|
|
Oligoponi |
|
Sangat Rendah |
0 |
Pasar Persaingan Sempurna |
Jadi,
dapat diartikan bahwa indikasi struktur pasarnya adalah Highly Concentrated
Oligopoli.
J.
Studi
Kasus dalam pasar oligopoli di Indonesia
Pada tanggal 22 januari 2008 PT. Carrefour Indonesia
melakukan akuisisi saham PT. Alfa Retaililindo, Tbk (ALFA). Saham yang
diakuisisi oleh PT. Carrefour Indonesia sebanyak 351 juta lembar saham atau 75%
jumlah saham pada PT. Alfa Retaililindo, Tbk (ALFA). Hal tersebut membuat PT.
Carrefour Indonesia menjadi pemain paling atas dalam persaingan pasar ritel
yang ada di Indonesia.
Dampak Ekonomi setelah pengakuisisian PT. Carrefour
Indonesia pada PT. Alfa Retalilindo, Tbk (ALFA), yaitu dominasinya PT.
Carrefour Indonesia pada pangsa pasar yang mengarah ke praktek monopoli. Pada
awalnya, pangsa pasar PT. Carrefour Indonesia sebesar 46,30% ditahun 2007.
Namun setelah pengakuisisian saham PT. Alfa Retalilindo, Tbk (ALFA) membagi
pangsa pasar dari PT. Carrefour Indonesia naik menjadi 57, 99% di tahun 2008.
Selain itu, pergantian nama gerai Alfa Supermarket menjadi Carrefour akan memberikan
peluang besar bagi ritel multinasional untuk melakukan monopoli pasar ritel
yang ada di Indonesia dengan mengakuisisi saham perusahan ritel lainnya. PT.
Carrefour sudah menjadi perusahaan ritel nomor satu di Indonesia. Sedangkan,
Alfanmasih masuk dalam sepuluh besar.
K.
Kelebihan
Dan Kekurangan Pasar Oligopoli
Menurut
Sukirno, (2010:320) kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli, sebagai berikut :
A. Kebaikan
pasar oligopoli,
1
Efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
2
Mengembangkan teknologi dan inovasi.
B.
kelemahan pasar oligopoly
1. Saling
bergantung, artinya setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan reaksi
dari perusahan lain.
2. Terdapat
rintangan yang kuat untuk masuk ke apsar oligopoli karena modal yang relatif
besar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pasar oligopoli adalah pasar yang biasanya terdiri dari dua
sampai sepuluh perusahaan yang menjual produk di pasar. Perusahaan pada pasar
Oligopoli dapat menghasilkan produk yang homogen ataupun diferensiasi (berbeda
corak). Kegiatan yang dilakukan oleh setiap perusahaan pada pasar oligopoli
akan menimbulkan pengaruh atau reaksi pada perusahaan lain dikarenakan
perusahaan pada pasar oligopoli tidak begitu banyak.
Pasar Oligopoli akan selalu menimbulkan pengaruh pada satu
sama lain saat kebijakan baru dikeluarkan. Maka dalam pasar Oligopoli
diperlukan adanya kesepakatan agar tidak menimbulkan kerugian. Biasanya mereka
melakukan penetapan harga atau kesepakatan dalam menentukan pangsa pasar untuk
menghindari terjadinya perang harga. Maka dari itu dalam menentukan harga di
pasar oligopoli tergantung pada perusahaan lain atau para pesaingnya.
Faktor penyebab terjadinya oligopoli terbagi menjadi dua
yaitu efisiensi dalam skala besar, dimana pada perusahaan yang memiliki modal
besar untuk memproduksi barang yang besar biasanya yang paling mudah menguasai
pasar. Yang kedua ada komleksitas manajemen dimana oligopoli diatandai dengan
adanya kompetisi non harga. Setiap perusahaan harus cermat dan mempertimbangkan
kembali setiap keputusan yang akan dikeluarkan agar tidak menimbulkan reaksi
yang merugikan bagi perusahaan lain dan para pesaing.
Perbedaan oligopoli dengan kesepakatan dan oligopoli tanpa
kesepakatan yaitu dimana pada oligopoli dengan kesepakatan, perusahaan yang
bersaing dalam pasar memiliki ikatan kerja sama satu sama lain, baik itu dalam
konteks harga maupun produksi sedangkan oligopoli tanpa kesepakatan para
perusahaan di pasar oligopoli tidak memiliki kesepakatan untuk menentukan dan
mengatur keputusan perusahaan lain. Hal tersebut dapat diartikan bahwa membayar
harga dan jumlah barang yang ditetapkan tergantung pada masing-masing
perusahaan itu sendiri. Persaingan tanpa kesepakatan ini dapat menghasilkan
hubungan timbal balik yang positif dalam upaya menarik lebih banyak konsumen
dibandingkan dengan yang dilakukan pesaing sebelumnya.
Perbedaan antara pasar duopoli dan pasar oligopoli pada
dasarnya pasar duopoli sama saja dengan pasar oligopoli, yang membedakan adalah
jumlah perusahaan yang menguasai pasar tersebut. Dalam duopoli pasar hanya
terdapat dua perusahaan yang menguasai pasar sementara dalam oligopoli pasar
terdapat lebih dari dua perusahaan yang menguasai pasar tetapi tidak banyak
(oligo = sedikit) sehingga tindakan pengusaha yang satu tetap akan mempengaruhi
kebijakan pengusaha lainnya.
Model Dilema Narapidana (Model Dilema Tahanan) menjelaskan
mengenai bagaimana sikap seseorang dalam mengambil keputusan dalam keadaan
tidak dapat berkomunikasi dengan teman atau lawannya. Model ini dibuat
berdasarkan cerita bahwa dua orang ditangkap setelah bekerja sama melakukan
sebuah kejahatan. Hal yang harus dilakukan apakah mereka harus mengakui
kejahatan yang mereka lakukan atau tidak mengakuinya di depan pemeriksa polisi.
Model dilema ini dapat diadaptasi untuk menganalisis keputusan masing-masing
duopolis dalam menentukan harga jual.
Dalam pasar oligopoli, untuk bisa mencapai laba maksimum
atau keuntungan dalam jangka pendek itu terjadi ketika TR > TC dan dimana
untuk nilai biaya marjinal sama dengan penghasilan marginal (MC=MR). Sedangkan
untuk keuntungan jangka panjangnya, jika dilihat pada kurva di kondisi jangka
panjang juga tidak terdapat perbedaan dengan kurva keuntungan dalam jangka
pendek karena pada dasarnya kondisi di pasar oligopoli yang terdapat sedikit
atau bahkan dua perusahaan yang membuat kondisi pasar sangat kompetitif dan
sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam pasar ini sehingga
masing-masing perusahaan yang ada cenderung melakukan strategi jangka panjang
karena mereka lebih memilih strategi yang ada karena dalam oligopoli ada kondisi
aksi reaksi
Keseimbangan jangka pendek dalam pasar oligopoli dapat
terjadi ketika kurva permintaan marjinal atau marginal revenue (MR) dan kurva
biaya marjinal atau marginal cost (MC) berpotongan. Karena jika perusahaan 1
melakukan strategi untuk melakukan penurunan harga maka akan diikuti atau
menimbulkan reaksi berupa strategi juga yang dilakukan perusahaan 2 sehingga
jika perusahaan satu melakukan penurunan harga tidak diikuti dengan kenaikan
jumlah permintaan karena konsumen saja bisa berpindah ke perusahaan 2 yang juga
melakukan strategi lain. Sedangkan dalam kondisi jangka panjang jika kondisi
penurunan harga terus dilakukan oleh pihak lain perusahaan lain pun beraksi
dengan menurunkan juga maka jumlah harga yang dikorbankan cukup banyak tetapi
produsen tidak mendapatkan hasil yang meningkat. lama kelamaan kondisi bisa
berubah menjadi rugi. Maka kondisi yang seimbang adalah ketika MR = MC.
Adanya rasio konsentrasi dapat berguna untuk mengukur besar
atau kecilnya sebuah perusahaan pada industri yang digeluti perusahaan tersebut
secara keseluruhan. Sehingga, rasio konsentrasi dapat bernialai rendah maupun
tinggi. rasio konsentrasi yang bernilai rendah menunjukkan bahwa didalam
industri tersebut terjadi suatu persaingan yang besar, yakni persaingan pasar sempurna
atau persaingan monopolistik. Namun sebaliknya, rasio konsentrasi yang bernilai
tinggi menunjukkan bahwa didalam industri tersebut terjadi suatu persaingan
yang kecil, yakni pasar monopoli pasar dan pasar oligopoli.
Kelebihan dari pasar oligopoli yaitu penggunaan sumber daya
yang lebih efisien dan banyaknya pengembangan teknologi dan inovasi. Sedangkan
untuk kelemahan pasar oligopoli yaitu adanya saling ketergantungan, artinya
setiap kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan reaksi dari perusahan lain
dan juga terdapat rintangan yang kuat untuk masuk ke pasar oligopoli karena
modal yang relatif besar.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Arif,
M. Nur Rianto dan Euis Amalia. 2018. “Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan
Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional.” Jakarta: Kencana.
Gregory,
N.Mankiw. 2019. “Pengantar Ekonomi Mikro”. Jakarta: Salemba Empat.
Marina,
A. & Fatihudin, D. 2008. Pasar Oligopoli di Indonesia (Kasus Trading Term
dan Dominasi Carrefour pada Pasar Ritel Modern di Indonesia. Neraca Jurnal
Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, Th. V / No. 9.
Miar,
& Batubara, KR 2019. Analisis Konsentrasi Rasio Industri Brsar dan Sedang
di Indonesia (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan
Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Jembatan :
Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 16, No. 2, 121-132.
Rahardja,
Prathama dan Mandala Manurung. 2008. “Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi 8
& Makroekonomi)”. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Siregar,
A. 2018. Pengaruh Penetapan Materi Penawaran terhadap Hasil Belajar Ekonomi
Siswa pada Materi Bentuk Pasar Barang di Kelas X SMA Negeri Batang Onang.
Jurnal MISI Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Vol. 1, No.1, 124-137.
Sujanti,
Jun dkk. 2018. “Belajar Teori Ekonomi (Pendekatan Mikro) Berbasis Karakter”.
Jakarta: Deeppublish.
Sukirno,
Sadono. 2008. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
MAKALAH MEMAKSIMUMKAN LABA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar